Translate

Selasa, 14 Oktober 2014

BICARA JODOH,REJEKI,DAN KEMATIAN

Mereka bertigalah yang hingga kapan pun akan tetap menjadi bahan perbincangan manusia di belahan muka manapun.

Penduduk desa kerap kali menjadikan mereka topik obrolan ringan ketika duduk santai di warung kopi. Para politisi pun takhenti-hentinya sesumbar menyebut nama mereka. Tidak hanya sampai di situ, di jejaring sosial pun, jutaan manusia menyematkan ketiga sekawan itu dalam akun pribadi mereka.

Kisah mereka dan semua tentang mereka sejatinya adalah misteri. Taksatu pun malaikat yang tahu bagaimana mereka hadir dan mendampingi umat manusia. Para malaikat yang suci dan mulia hanya bisa tahu, ketika Tuhan berkata, “Laksanakanlah…”

Bicara tentang mereka memang tidak akan pernah habisnya. Manusia sangat antusias untuk mengkaji lebih dalam tentang mereka. Ya, manusia mengenal mereka, namun ada satu hal yang tidak pernah manusia ketahui. Yaitu, kapan mereka tiba dan menyapa manusia.

Tuhan telah menyimpan mereka bertiga pada sebuah kitab. Sebuah kitab yang sangat rahasia. Di dalam kitab itu, tertulis tentang semesta beserta isinya. Di dalam kitab itu juga telah tertulis skenario Tuhan untuk manusia. Kita semua sudah punya skenario masing-masing. Tuhan-lah yang menjadi sutradaranya. Sementara kita berperan sebagai aktornya. Lantas para filosofis kemudian bertanya, “Untuk apa saya harus berbuat ini dan itu. Toh, pada akhirnya Tuhan sudah punya jalan tersendiri untuk saya?”

Tulisan saya kali ini memang sedikit menukik pemikiran filsafat. Tapi mudah-mudahan saya tidak terperangkap pada logika manusia yang hanya berada pada diagram hitung-rugi. InsyaAllah, saya ingin mengajak pembaca bahwa logika Tuhan bukan bicara untung-rugi. Namun bicara tentang logika keimanan. Dan di situlah titik tumpu hidup dan kehidupan.

Maka bicara tentang skenario, kita akan bicara tentang takdir. Percayalah, setiap manusia mempunyai takdir hidupnya masing-masing. Maka, sebagai manusia alangkah bijaknya jika kita berorientasi pada sikap ikhlas dan pasrah pada Tuhan. Yakinlah, Tuhan akan mempersiapkan skenario terbaik untuk hamba-Nya. Logika ini sungguh sederhana. Hanya saja, kerap kali manusia takkuasa bersabar dan berkompromi dengan waktu. Bukankah untuk melihat indahnya pelangi—kita harus menunggu hujan reda—kemudian terjadilah dispersi cahaya. Ya, semuanya akan indah pada waktunya.

Menelisik tentang takdir, kita tidak akan lepas bicara tentang proses. Mengutip kekata dari orang bijak, “Day to day is a process.” Tepat sekali, hehari yang kita jalani kemarin, hari ini, atau bahkan esok, semuanya adalah proses. Dan proses itulah yang pada akhirnya akan menghantarkan kita pada apa yang kita inginkan.

Syaikh Hasan Al-Bana pernah memberikan nasehat dalam ceramahnya, “Kenyataan hari ini adalah impian hari kemarin. Dan kenyataan hari esok adalah mimpi hari ini.” Maka, jika kita ingin menjadi pribadi terbaik di masa esok, maka mulailah dengan melakukannya saat ini juga.

Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa ada seorang Arab badui menghampiri nabi Muhammad saw. Arab badui itu bertanya pada Rasulullah, “Ya Rasulullah kapan kiamat akan datang?”, Rasul menjawab apa yang sudah kau siapkan untuk kedatangan kiamat?”, dan dijawab, “Tidak ada apa pun yang aku persiapkan kecuali cintaku pada Allah dan Rasulullah.” Rasul menjawab, “Engkau akan bersama dengan apa yang kau cintai.” (Anas Bin Malik)

Secara sederhana, dapat kita pahami—bahwa kita—adalah apa yang kita pikirkan. Kita adalah apa yang kita mau. Dan kita, akan berkumpul dengan orang-orang yang kita cintai. Logikanya seperti ini, jika kita ingin menjadi penghuni syurga, tentu kita akan mengerahkan diri kita untuk bisa memenuhi standar sebagai penghuni syurga.

Menyoal topik ini, kita juga akan diseret untuk memahami tentang konsep refleksi diri.

Sahabat budiman, tentunya kita semua pernah bercermin, bukan? Biasanya orang-orang bercermin di pagi hari sebelum mereka beraktifitas dan meninggalkan rumah. Bercermin bukan lagi sebatas kebutuhan. Bahkan bisa jadi sebagai kebiasaan yang dilakukan secara terus menerus tanpa disadari. Bagi kaum hawa, mereka bercermin bisa lebih dari 15 kali dalam sehari. Itu asumsi saya. Untuk apa? Ya, untuk melihat kondisi fisik mereka, terutama wajah—yang menjadi pusat perhatiaan—ketika bertemu dengan orang-orang dalam berbagai kesempatan. Jika ada debu yang menempel di jidatnya, sang pemilik wajah akan mengusapnya dengan tisu. Ia ingin wajahnya enak dipandang, dan hal itu cukup melegakan hati.

Nah, analogi cermin tadi sama halnya dengan hari esok manusia. Jika ingin hari esok bahagia, maka upayakanlah kebahagiaan itu saat ini juga. Seorang penulis hebat, Ronda Byrne dalam bukunya “The Secret” mengajukan teori tentang Law of Attraction, atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan hukum tarik menarik. Inti gagasan buku itu sangatlah sederhana. Kita hanya diminta untuk berpikiran positif dan melakukan kebaikan. Mudah bukan? Namun pada praktiknya susah-susah-gampang. Susah, karena kita berpikir itu sulit. Gampang, karena kita berpikir ini mudah.

Baiklah, kita kembali pada pembahasan takdir. Tahukah pembaca budiman bahwa takdir tidak berjalan sendirian di semesta ini. Ia beriringan dan bergandeng tangan erat dengan doa dan ikhtiar. Dan takdirmu, ditentukan dengan bagaimana doa yang kau panjatkan pada Tuhan serta upaya keras untuk menggapai apa yang kau cita-citakan.

Melalui kalam-Nya, Allah menenangkan hati hamba-Nya dalam surat Ar-Ra’d ayat 11: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka.” Dalam bahasa yang berpendar, Allah hanya ingin melihat siapa di antara hamba-Nya yang benar sungguh hati untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Subhanallah, indahnya hidup ini jika logika keimanan menjadi tombol power yang berfungsi untuk menyalakan cahaya terang benderang di relung jiwa manusia.

Dan inilah hikmahnya bahwa ketiga sekawan tadi “Rejeki, Jodoh, dan Kematian” ditutup rapat oleh Tuhan dalam kitab Lauhul Mahfudz. Di sini, kita belajar tentang keikhlasan untuk menikmati proses hidup, kesabaran menjalankan skenario Tuhan yang diperankan oleh manusia, dan kesungguhan untuk menjadi aktor terbaik untuk mengakhiri cerita dengan ending kebahagiaan.

Biarkanlah, “Rejeki, Jodoh, dan Kematian” akan terus menjadi misteri. Karena itu bukanlah sesuatu yang harus didesak keberadaannya. Tugas kita hanya berupaya mengundang mereka dengan rahmat dan barokah Tuhan. Insya Allah, jika kita yakin akan kebesaran-Nya, semuanya akan indah pada waktunya.

Rejeki akan datang dari langit dan dari tempat yang tidak diduga-duga, jodoh akan dikirim Tuhan dari langit, dan tentang kematian, insya Allah kita akan menutup skenario cerita kehidupan dengan menyunggingkan senyuman terindah, seraya berkata, “Sesungguhnya aku kembali pada Rabb-ku dengan penuh ridha dan berkumpul dengan orang-orang terkasih di telaga Al-kautsar.

Wallahu’alam. Semoga bisa menginspirasi.

By : Pandawa 02
SAMPAH JALANAN

Senin, 13 Oktober 2014

BAGAIMANA MENGETAHUI SESEORANG SEDANG BERBOHONG

Mampu mengetahui seseorang sedang berbohong kepada anda akan sangat membantu kehidupan anda menjadi lebih baik. Coba anda bayangkan sebentar saja …
- Apakah anda mempunyai perasaan yang tidak nyaman jika anda tidak dapat segera mengetahui bahwa seseorang sedang menceritakan sebuah kebohongan kepada anda?
- Apakah anda menjalani sebuah kehidupan dimana anda berkomunikasi dengan banyak orang dan seringkali anda mempunyai sebuah perasaan sepertinya seseorang sedang berbohong kepada anda tetapi anda tidak dapat mengidentifikasinya siapa?
Sebetulnya jawabannya adalah sederhana. Lihatlah gerak-gerik lawan bicara anda, lihatlah mata dan senyumannya. Kenapa? Karena ….. bahasa tubuh tidak dapat berbohong.
Saya yakin kita semua pernah mendapatkan suatu pengalaman dimana kita mendengarkan seseorang bercerita dan meskipun kata-katanya terdengar masuk akal dan nyata, tetapi ada ‘sesuatu’ yang memberitahukan kepada kita bahwa sepertinya orang ini tidak menceritakan sebuah kebenaran. ‘Sesuatu’ ini sebetulnya adalah sebuah pesan dari otak yang ingin melindungi kita. Otak kita mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk membaca dengan cepat semua yang kita lihat serta menguraikan tanda-tanda/sinyal-sinyal. Semakin sering kita melatih otak kita untuk menganalisa sesuatu, semakin cepat dan akurat kemampuan otak kita.
Ada 2 cara orang-orang saling berinteraksi: kata-kata dan bahasa tubuh. Kadang-kadang satu dari dua cara ini mendominasi yang lain, tetapi biasanya mereka bertindak bersama-bersama. Secara singkat cara kerjanya adalah sebagai berikut : setelah otak menganalisa kata-kata dan bahasa tubuh lawan bicara kita, otak akan mengirimkan suatu pesan kepada kita, yang akan membuat kita bereaksi positif atau negatif seperti kecurigaan, keyakinan atau keraguan.
Ketika 2 cara ini, kata-kata dan bahasa tubuh memperlihatkan suatu sinkronisasi, artinya kita dan lawan bicara kita berhasil mendapatkan suatu komunikasi yang efektif dan informasi yang disampaikan adalah sebuah kejujuran. Tetapi bagaimana jika ada kontradiksi antara kata-kata yang diucapkan dengan cara kita mengucapkannya? Saya pernah membaca bahwa ada lebih dari 1 juta bahasa tubuh. Jadi kita disini berbicara tentang tanda-tanda/sinyal-sinyal yang luar biasa banyaknya. Tetapi sekali lagi seperti yang telah saya katakan diatas, semakin sering kita menganalisa bahasa tubuh ini, semakin pandai juga kita mengartikan apakah lawan bicara kita sedang bicara kebohongan atau kejujuran. Kadang-kadang kita harus mengkombinasikan 2 sampai 3 bahasa tubuh untuk mendapatkan suatu kesimpulan yang akurat.
Sebelum kita berbicara lebih lanjut bagaimana mengetahui seseorang berbohong atau tidak, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu 4 tipe pembohong :
1. Pembohong Sesekali
Kita semua pasti pernah melakukan kebohongan selama hidup. Pembohong sesekali tidak biasa berbohong, hanya karena beberapa alasan mereka melakukannya, mungkin karena ingin melindungi dirinya, temannya, orang yang ia cintai atau seseorang yang lain. Perlu diketahui bahwa di balik setiap kebohongan selalu ada ketakutan. Ketakutan untuk menghadapi suatu kenyataan. Pembohong sesekali memikirkan betul-betul apa yang akan diucapkannya sehingga tampak masuk akal. Tetapi karena mereka tidak biasa berbohong, bahasa tubuhnya tetap memperlihatkan banyak tanda/sinyal yang menunjukkan bahwa mereka sedang berbohong. Sehingga tidak terlalu sulit mengidentifikasi tipe pembohong seperti ini.
2. Pembohong Berkali-kali
Pembohong berkali-kali adalah orang-orang yang berbohong ‘dengan teratur’. Tidak seperti pembohong sesekali, pembohong berkali-kali tidak mempunyai waktu untuk berpikir tentang kebohongan karena mereka berbohong sepanjang hidupnya. Tetapi mereka sebetulnya menyadari bahwa mereka berbohong. Orang-orang ini sering terjebak dengan tindakan yang mereka lakukan yang tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
3. Pembohong Alami
Pembohong alami adalah orang-orang yang berbohong secara terus menerus dan seringkali mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang berbohong. Bahasa tubuh mereka pun terlihat sangat alami, karena terbiasa berbohong. Namun ketika mereka ditekan dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyudutkan, bahasa tubuhnya memperlihatkan adanya kontradiksi yang mengidentifikasikan bahwa mereka sedang menyembunyikan sesuatu. Tipe pembohong alami agak mirip dengan pembohong berkali-kali. Mungkin anda pernah mendengar istilah ’sok tahu’, ya ini adalah salah satu contoh tipe pembohong alami.
4. Pembohong Profesional
Jenis pembohong ini berbohong untuk suatu tujuan tertentu atau sengaja ingin mengelabui kita. Mereka mempelajari segala kemungkinan dan mengetahui persis apa yang ingin mereka ucapkan. Mereka membuat skenario, memperhitungkan resiko kegagalan dan membuat rencana-rencana cadangan. Meskipun mereka terlatih untuk menggunakan bahasa tubuhnya, tetapi selalu ada ada hal kecil yang terlewatkan oleh mereka. Kita dapat mengetahui hal-hal kecil tersebut dengan sering mengamati tentu saja. Salah satu contoh tipe pembohong seperti ini adalah salesman, mohon maaf sebelumnya yang saya maksudkan disini adalah salesman yang terlalu berlebihan mempromosikan suatu produk padahal produknya sendiri mempunyai kualitas yang sangat rendah. Contoh yang lain adalah para politikus yang korup, mereka sengaja mengelabui publik untuk kepentingan pribadi.

Bagaimana anda dapat mengetahui bahwa seseorang sedang berbohong?

Tidak harus menjadi seorang psikolog untuk dapat mempelajari dan mengetahui bahwa seseorang sedang berbicara kebohongan atau kejujuran. Seorang psikolog yang sudah mahir dapat mengetahui persis pasiennya sedang berbohong atau tidak, seperti psikolog yang mewawancara Putri Diana saat itu. Dia menyatakan bahwa Putri Diana berkata jujur ketika diwawancarai perihal perselingkuhan suaminya, Pangeran Charles.
Anda pun bisa menganalisa seperti itu dengan latihan yang terus menerus tentu saja. Psikolog pun bisa karena mereka terbiasa membaca dan menganalisa orang setiap harinya.
Seperti yang telah disebutkan diatas ada 1 juta bahasa tubuh yang berbeda, saya akan merangkum beberapa yang umum saja yang menunjukkan bahwa seseorang sedang berbohong atau tidak :
1. Posisi tubuh dapat menjadi bukti yang menunjukkan bahwa seseorang sedang berbohong, karena disadari ataupun tidak disadari ada hubungan yang kuat antara pikiran dan ekspresi.
2. Nafas yang tiba-tiba. Dalam setiap kebohongan, detak jantung akan meningkat dan nafas akan menjadi dangkal/cepat. Biasanya pembohong akan mengambil nafas dalam-dalam untuk menenangkan perasaannya. Cara ini juga yang diterapkan oleh mesin pendeteksi kebohongan, yaitu dengan mengukur detak jantung orang yang sedang diinterogasi/diwawancara.
3. Kegelisahan di bagian-bagian tubuh. Hal ini dapat terlihat dengan berbagai cara, tergantung dari orangnya. Gerakan yang gugup akan menarik perhatian kita terutama dapat kita rasakan ketika kita berbicara dengan seseorang yang kita kenal dan orang tersebut melakukan gerakan yang tidak seperti biasanya. Berikut adalah contoh kegelisahan di bagian-bagian tubuh :
- Gerakan tubuh yang maju-mundur, apakah dalam posisi duduk maupun berdiri.
- Posisi yang tiba-tiba berubah. Sebagai contoh, lawan bicara kita sedang menyilangkan salah satu kakinya diatas kaki yang lain, dan ketika mulai menjawab pertanyaan kita, dia merubah posisi kakinya. Orang yang berbohong, sekalipun dia seorang profesional, akan merasakan ketidaknyamanan ketika dia berbohong. Tubuh akan selalu menyesuaikan perasaan kita tanpa kita sadari, jadi posisi yang tiba-tiba berubah ini adalah sinyal yang baik yang menunjukkan bahwa seseorang sedang berbohong.
- Gerakan-gerakan yang tidak disadari dari tangan dan kaki. Sebagai contoh: menggoyangkan kaki, menggoyangkan tangan diatas meja, kedua tangan direkatkan kuat-kuat, kedua paha saling menekan bersama-sama. Jika lawan bicara kita sedang dalam posisi duduk dan kemudian ia merubah arah telapak kaki ke arah yang lain, itu juga merupakan tanda bahwa orang tersebut sedang berbohong.
- Senyuman yang palsu. Senyuman identik dengan keakraban dan kepercayaan, dan para pembohong seringkali menyalahgunakannya. Jadi bagaimana membedakan senyuman pembohong? Para pembohong biasanya akan tersenyum cukup sering dan tiba-tiba, yang sebetulnya tidak pada tempatnya dia harus tersenyum.
- Terlalu banyak aksi-aksi ’sok akrab’, seperti : menepuk punggung anda, menyentuh anda ataupun mendekatkan posisinya pada anda. Lawan bicara anda akan merasa kikuk ketika berbohong sehingga mereka akan menyembunyikan kekikukannya dengan melakukan tindakan-tindakan tersebut. Akan sangat sulit memutuskan bahwa seseorang sedang berbohong jika dia melakukan tindakan-tindakan yang bersahabat seperti itu. Ini adalah respon manusia yang alamiah. Tetapi tetap perlu diingat, bahwa jika anda merasa bahwa keakraban dari lawan bicara anda sudah berlebihan, berhati-hatilah.
Satu lagi, sebuah kata bijak yang sangat populer mengatakan bahwa “ketika seseorang berbohong akan terlihat jelas di matanya.”, mungkin anda juga pernah mendengarnya. Tapi bagi saya cara ini cukup sulit dilakukan dibandingkan cara-cara diatas.
Para pembaca yang budiman, mudah-mudahan nanti ketika anda sedang berbicara dengan seseorang, anda sudah dapat menganalisa apakah orang tersebut sedang berbohong kepada anda atau tidak.

By : Sampah Jalanan
Danny Pandawa 02

PERBUATAN KHIANAT ADALAH SALAH SATU PENGHAMBAT KEHIDUPAN DUNIA DAN AKHIRAT

Ada satu jenis lagi perbuatan yang menyebabkan kesulitan hidup di dunia bahkan di akhirat yaitu ; KHIANAT
Pada saat ini masyarakat Indonesia sedang menyaksikan bagaimana orang-orang yang berkhianat  koruptor, manipulator (dsb)  dengan jabatan yang telah diamanahkan bangsa kepadanya di nodai oleh suatu perbuatan khianat terhadap tugas-tugasnya dan kekuasaan yang dipegangnya. Para pemegang amanah itu tidak menjalankan amanat sebaik-baiknya tetapi tragisnya dilain pihak mereka terus berusaha mempertahankan amanat yang diberikan kepadanya dengan berbagai cara, Walhasil ketika perbuatan khianat itu terbuka hijabnya yang selama ini tertutupi, maka tidak saja dirinya yang hancur karena malu, hilang martabat dan hartanya, hancur pula perasaan keluarga dan orang-orang disekelilingnya.
Allah berfirman :
“ Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad ) dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui  (Al Anfaal : 27)
Al Wahidi – semoga Allah merahmatinya – mengatakan , Ayat ini diturunkan kepada Abu Lubabah ketika Rasulullah Saw mengutusnya ke Bani Quraizhah, saat mereka dikepung. Sedang keluarga dan anaknya ada di dalamnya. Kemudian mereka berkata kepada Abu Lubabah, “ Wahai Abu Lubabah, apa pendapatnmu jika kita memakai keputusan Sa’ad demi kepentingan kita ? “ Kemudian Abu Lubabah mengisyaratkan kelehernya, maksudnya ia akan disembelih, maka jangan kalian melakukan hal tersebut. Perbuatan itu adalah khianat kepada Allah dan RasulNya. Abu Lubabah berkata “ Kakiku masih tetap berada pada tempat itu, sampai aku sendiri menyadari bahwa aku telah khianat kepada Allah dan Rasul-Nya . Allah berfirman ,
“ Dan sesungguhnya Allah tidak meridhai tipu daya orang yang berkhianat (QS Yusuf : 52)
Maksudnya Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang yang khianat atas amanat yang dibebankan kepadanya. Ini berarti bahwa Allah akan membeberkan aibnya’ pada akhir nanti dengan dijauhkannya hidayah dari Allah.
Allah berfirman :
Akan tetapi jika (tawanan-tawanan itu ) bermaksud hendak berkhianat kepadamu, maka sesugguhnya mereka telah berkhianat kepada Allah sebelum ini, lalu Allah menjadikan(mu) berkuasa terhadap mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha bijaksana (Al Anfaal : 71)
Meskipun para tawanan itu hendak mengkhianatimu, wahai Muhammad dengan menampakkan seakan-akan baik dalam perkataannya dan mereka beriman, tetapi sebenarnya mereka telah mengkhianati Allah, sebelum terjadi peperangan ini yaitu perang Badar .
Allah berfirman,
“ Hai orang-orang beriman , janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui (al Anfaal :27)
Maksudnya, janganlah kalian mengkhianati agama kalian dan Rasul kalian dengan membocorkan rahasia-rahasia kaum Mukminin. Dan mengkhianati apa yang telah diamanatkan kepada kalian berupa taklif-taklif syari, kewajiban-kewajiban agama , sebagaimana firman Allah.
“ Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit , bumi dan gunung-gunung , maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat  zalim dan bodoh (Al Azhaab : 72)
Ibnu Abbas berkata,” khianat kepada Allah itu berupa perbuatan meninggalkan kewajiban-kewajiban yang diperintahkan dan khianat kepada Rasulullah saw berupa perbuatan meninggalkan sunah-sunah yang telah beliau gariskan dan melakukan maksiat terhadapnya. Begitu juga khianat terhadap amanat, yaitu amal-amal yang telah Allah percayakan kepada hamba-hambaNya
Allah berfirman :
“Dan jika kamu khawatir terjadinya pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur ., sungguh Allah tidak menyukai orang  yang berkhianat ” (Al Anfaal ’58)
Makna yang dimaksud adalah jika kalian khawatir terhadap suatu kaum akan berbuat khianat , maka cabutlah perjanjian yang telah engkau sepakati  dan katakanlah kepada mereka bahwa kami telah mencabut perjanjian dengan kalian , sekarang kami memerangi kalian . agar mereka tahu pentingnya hal tersebut sehingga mereka akan sama-sama menyadari keutamaan bersamamu dengan ilmunya itu. Janganlah kalian memerangi mereka sedangkan diantara kalian dan mereka ada perjanjian , dan mereka menaruh percaya kepada kalian , hingga perbuatan ini dianggap sebagai tindak pengkhianatan dan mengingkari janji. “ Innallaha laa yuhibbul khaainin” ungkapan ini sebagai alasan diperintahkannya membatalkan perjanjian ,karena Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat khianat dan tidak dapat dipercaya.
Allah berfirman
“….dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah) karena membela orang-orang yang khianat” ( An Nisaa : 105)
“ Dan janganlah kamu berdebat untuk membela orang –orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa (an Nisaa; 107)
Maksudnya janganlah kalian berdebat untuk membela orang yang mengkhianati dirinya dengan melakukan maksiat. Bahwa Alah tidak menyukai orang yang sangat suka berkhianat, tenggelam dalam jurang kemaksiatan dan dosa.

Rasulullah saw bersabda;
Tidak ada iman bagi orang yang tidak dapat diamanati . Tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati perjanjian
 (Hr Ahmad. Al Bazzaar, ath Tharani dan Ibnu Hibban)
Khianat akibatnya akan jelek dalam segala hal. Bahkan dalam suatu kondisi akan lebih jelek dari yang lainnya. Orang yang berkhianat dalam suatu hutan , tidak sama dengan orang yang berkhianat terhadap sanak saudara, harta dan melakukan pebuatan-perbuatan dosa besar. Rasulullah saw bersabda,” Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga; jika ia berbicara akan berdusta, jika berjanji ia mengingkari dan jika dipercaya , ia akan berkhianat (HR Bukhari dan Muslim)
Rasullah saw bersada “ Allah berkata, Aku menjadi fihak yang ketiga dari dua orang yang bersepakat, selama tidak ada salah satunya yang khianat. Di dalam hadits itu juga disebutkan Perkara pertama kali yang akan diangkat dari manusia adalah amanah. Dan yang terakhir kali yang tersisa adalah shalat. Barangkali orang yang melakukan shalat itu tidak akan mendapat kebaikan sedikit pun ( Hr bu Dawud dan Al Hakim).
Rasulullah saw juga bersabda, “ Jauhkanlah kalian dari amanat, karena ia adalah akhlak yang paling tercela (Hr abu Dawud , An Na- Nasa’I, dan Ibnu Maajah)
Rasulullah saw bersabda,” Beginilah ahli neraka, beliau menyebutkan seeorang yang tidak diragukan sifat tamaknya dan jika ia diamanati maka pasti akan khianat.”
Ibnu Mas’ud r.a. berkat,” Di hari Kiamat akan didatangkan orang yang khianat dengan amanahnya. Kemudian dikatakan kepadanya,” tunaikan amanahmu.” Kemudian ia berkata, bagaiamana mungkin aku bisa wahai Tuhanku, sedang dunia telah sirna? Beliau berkata,” kemudian amanah itu berwujud seperti sesuatu ketika ia diambil dari neraka jahanam dan dikatakan kepdanya,” turun dan ambillah ia, kemudian keluar darinya.” Beliau berkata,” Kemudian ia turun dan mengambilnya dengan digendong di pundaknya , yang beratnya melebihi berat gunung di dunia. Sehingga ketika ia mengira bahwa ia telah selamat, tiba-tiba ia tergelincir kembali. Tergelincir dalam neraka selama-lamanya. “ Kemudian beliau berkata, shalat adalah amanah. Wudhu adalah amanah. Mandi wajib adalah amanah. Timbangan adalah amanah. Maka berikanlah semua titipan itu.

CIRI CIRI CALON ISTRI SHALEHA

Seperti apakah ciri ciri wanita solehah atau wanita yang baik untuk calon istri?
Ada pepatah bijak mengatakan jika wanita adalah perhiasan dunia yang paling baik, maka jangan salah pilih dalam mencari pasangan hidup.
Tanda-tanda cewek solehah tentu saja menjadi dambaan semua kaum adam, jika kamu sedang mencari calon pendamping maka sebaiknya mempertimbangkan untuk mencari wanita yang sesuai dan pas dijadikan sebagai teman hidup.
Dimanapun jodoh itu dipertemukan, maka tidak menjadi masalah karena jodoh sudah ada yang menentukan. Namun sebaiknya kita tahu apa saja ciri-ciri wanita yang baik sebagai pasangan hidup, antara tips memilih cewek yang baik adalah dia taat kepada Allah serta Rasulallah, juga taat kepada suami.
Wanita solehah taat kepada Allah dan Rasulallah, maksudnya bagaimana?
Maksudnya seorang wanita itu cinta kepada Allah S.W.T. dan Rasulullah S.A.W. melebihi dari segala-galanya. Dia juga wajib menutup aurat, serta tidak berperilaku layaknya wanita jahiliah.
Wanita solehah juga akan bersedekah meskipun kondisinya sedang susah atau senang, tidak berkhalwat dengan pria dewasa, serta memiliki sifat baik kepada sesama tetangga.
Wanita solehah taat kepada suami, maksudnya bagaimana?
maksud dari wanita solehah selalu menaati suami yaitu dia akan selalu menjaga kehormatan suaminya, selalu menyenangkan suami, serta menjaga kewajibannya terhadap suami.
Wanita solehah akan selalu menjaga kehormatan diri dan suaminya saat suami tidak ada dirumah, juga tidak akan berbicara bernada tinggi melebihi suami. Serta selalu mempertahankan rumahtangganya demi suami dan kepentingan bersama.
Itulah diantara beberapa ciri wanita solehah, jika kalian menjumpai tanda- tanda cewek atau wanita seperti diatas, maka berbahagialah karena dia merupakan calon pendamping hidup yang tepat.

Semoga di dunia ini masih tersisa wanita yang baik seperti itu untuk ku ya allah.

Minggu, 12 Oktober 2014

TANDA TANDA ORANG MUNAFIQ


▼

Tanda-tanda sifat orang Munafik
Sahabat Hudzaifah r.a pernah berkata: “Orang-orang munafik sekarang lebih jahat (berbahaya) daripada orang munafik pada masa Rasulullah saw.”
Ditanyakan kepadanya: “Mengapa demikian?”
Hudzaifah menjawab: “Sesungguhnya pada masa Rasulullah saw mereka menyembunyikan kenifakannya, sedangkan sekarang mereka berani menampakkannya.” (Diriwayatkan oleh Al Farayabi tentang sifat an nifaq (51-51), dengan isnad shahih)


 

Pernyataan sahabat Hudzaifah r.a itu diucapkannya pada 14 abad yang lampau. Jika demikian, bagaimana dengan orang-orang munafik pada abad ini?

Orang-Orang Munafiq dalam Al Qur’an

Allah telah menyebut kata an nifaq dan kata jadiannya di dalam Al Qur’an sebanyak 37 kali dalam surat yang berbeda. Yaitu, di dalam surat ‘Ali Imran, Al Hasyr, At Taubah, Al Ahzab, Al Fath, Al Hadid, Al Anfal, Al Munafiqun, An Nisaa, Al Ankabut, dan At Tahrim. 

Kata an nifaq serta bentuk-bentuk jadiannya diulang-ulang penyebutannya pada sebagian dari surat-surat tersebut. Hal ini menunjukkan betapa sangat berbahaya orang-orang munafiq itu terhadap mujtama’ (masyarakat) dan Ad Din (agama). 

Macam-Macam Nifaq

Menurut Ahlussunnah Wal Jama’ah, sifat nifak itu terbagi menjadi dua macam:
Pertama: Nifaq I’tiqadi (nifak dalam bentuk keimanan)
Nifak jenis ini menyebabkan pelakunya keluar dari agama (millah). Pelaku nifaq i’tiqadi ini ditempatkan pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Orang seperti ini di dalam hatinya mendustakan kitab-kitab Allah dan para malaikat-Nya, atau mendustakan salah satu asas dari asas Ahlussunnah. Dalil nifaq i’tiqadi ini adalah firman Allah Subhananu wa Ta’ala :“Di antara manusia ada yang mengatakan: ‘Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,’ padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” (Al Baqarah 8-10)

Kedua: Nifaq ‘Amali (nifaq dalam bentuk perbuatan)

Dalil mengenai nifaq ‘amali ini adalah sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam di dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim: “Ada tiga tanda orang munafiq: jika berkata ia dusta, jika berjanji ia ingkar, dan jika dipercaya ia khianat.”

حدثنا ‏ ‏يحيى بن أيوب ‏ ‏وقتيبة بن سعيد ‏ ‏واللفظ ‏ ‏ليحيى ‏ ‏قالا حدثنا ‏ ‏إسمعيل بن جعفر ‏ ‏قال أخبرني ‏ ‏أبو سهيل نافع بن مالك بن أبي عامر ‏ ‏عن ‏ ‏أبيه ‏ ‏عن ‏ ‏أبي هريرة:

‏ 
‏أن رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏قال ‏ ‏آية ‏ ‏المنافق ثلاث إذا حدث كذب وإذا وعد أخلف وإذا اؤتمن خان.


Maksud:
 Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Ada tiga tanda orang munafik; apabila berbicara ia berbohong, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila dipercaya ia berkhiana

Berikut ini ketiga puluh karakter orang-orang munafiq tersebut. Kemudian akan diperinci penjelasannya satu persatu:

Karakter Ke-1 : Dusta 
Karakter Ke-2 : Khianat
Karakter Ke-3 : Fujur dalam Pertikaian
Karakter Ke-4 : Ingkar Janji
Karakter Ke-5 : Malas Beribadah
Karakter Ke-6 : Riya
Karakter Ke-7 : Sedikit Berdzikir
Karakter Ke-8 : Mempercepat Shalat
Karakter Ke-9 : Mencela Orang-Orang yang Taat dan Sholeh
Karakter Ke-10 : Memperolok Al Qur’an, As Sunnah, dan Rasulullah saw
Karakter Ke-11 : Bersumpah Palsu
Karakter Ke-12 : Enggan Berinfaq
Karakter Ke-13 : Tidak Memiliki Kepedulian terhadap Nasib Kaum Muslimin
Karakter Ke-14 : Suka Menyebakan Kabar Dusta
Karakter Ke-15 : Mengingkari Takdir
Karakter Ke-16 : Mencaci maki Kehormatan Orang-Orang Sholeh
Karakter Ke-17 : Sering Meninggalkan Shalat Berjamaah
Karakter Ke-18 : Membuat Kerusakan di Muka Bumi dengan Dalih Mengadakan Perbaikan
Karakter Ke-19 : Tidak Ada Kesesuaian antara Zhahir dengan Batin
Karakter Ke-20 : Takut Terhadap Kejadian Apa pun
Karakter Ke-21 : Berudzur dengan Dalih Dusta
Karakter Ke-22 : Menyuruh Kemungkaran dan Mencegah Kema’rufan
Karakter Ke-23 : Bakhil
Karakter Ke-24 : Lupa Kepada Allah SWT
Karakter Ke-25 : Mendustakan janji Allah dan Rasul-Nya
Karakter Ke-26 : Lebih Memperhatikan Zhahir, Mengabaikan Batin
Karakter Ke-27 : Sombong dalam Berbicara
Karakter Ke-28 : Tidak Memahami Ad Din
Karakter Ke-29 : Bersembunyi dari Manusia dan Menantang Allah dengan Dosa
Karakter Ke-30 : Senang dengan Musibah yang Menimpa Orang-Orang Beriman dan Dengki Terhadap Kebahagiaan Mereka 

Karakter Ke-1 : Dusta 

Imam Ibnu Taimiyyah berkata: “Al Kidzb (dusta) adalah salah satu rukun (elemen) dari kekufuran.” Selanjutnya beliau menuturkan bahwa jika Allah menyebut nifak dalam Al Qur’an, maka Dia menyebutkannya bersama dusta (al kidzb). Dan apabila Allah menyebut al kidzb, maka kata nifak disebutkan bersamanya. “Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.”(QS. Al Baqarah : 9-10). ”Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah." Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.” (QS. Al Munafiqun: 1) 

Demikian juga apabila Allah menyebut tentang nifak, maka disebut pula qillatudz zikr (sedikit berdzikir kepada Allah).“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali “(QS. An Nisaa :142). 

Sedangkan jika Allah meyebut tentang iman, disebut juga dzikrullah (mengingat Allah). ”Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al Munafiqun : 9).

Di dalam Kitab Shahih Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw bersabda: “Tanda orang munafiq ada tida, salah satunya adalah jika berbicara dia dusta.” (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari pada Kitab Al Iman, Bab ‘Alamah al Munafiq, juz 1/11 (Fathul Bahri), juga diriwayatkan oleh Imam Muslim pada Kitab Al Iman, Bab Bayan Khishaal Al Munafiq, juz II, Jilid I, hlm. 46 (Syarh An Nawai). Keduanya dari Abu Hurairah r.a)

Dusta merupakan karakter yang secara kongkret membuktikan bahwa pelakunya telah terjangkiti “virus” nifak. Demikian pula halnya orang yang berdusta dengan cara bergurau (main-main) –meski sebagian orang telah meremehkan hal ini. Hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan Imam ahmad dalam kitab Musnad-nya dengan sanad jayid (baik), yang berbunyi:

“Celakalah bagi orang yang berbicara (bercerita) lalu berbohong agar orang-orang tertawa dengan cerita dustanya itu. Celaka baginya, celaka baginya, celaka baginya.”

Karakter Ke-2 : Khianat

Dalil yang mendasari karakter ini adalah sabda Rasulullah saw : “Dan apabila berjanji, dia berkhianat.” (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari pada Kitab Al Iman, Bab ‘Alamah al Munafiq, juz 1/11 (Fathul Bahri), juga diriwayatkan oleh Imam Muslim pada Kitab Al Iman, Bab Bayan Khishaal Al Munafiq, juz II, Jilid I, hlm. 46 (Syarh An Nawai). Keduanya dari Abdullah bin amr bin Al ‘ash)

Barangsiapa bersumpah kepada kaum muslimin atau kepada waliyul ‘amr (penguasa) –ataupun mengikat perjanjian dengan orang kafir dalam suatu peperangan—kemudian ia mengkhianati perjanjian yang telah ia sepakati, maka ia terhadap dirinya sendiri sebagai orang munafik, seperti yang termuat dalam Shahih Muslim, ketika Rasulullah saw melantik seseorang menjadi pemimpin dari serombongan tentara. Pada saat itu beliau berpesan:

“....Apabila kamu telah mengepung penduduk suatu kampung, lalu mereka mengharapkan agar kamu membat janji dengan Allah dan Nabi-Nya untuk mereka, maka janganlah kamu mengabulkannya. Namun, ikatlah mereka dengan janjimu dan para sahabatmu. Sebab, seandainya kamu melanggar perjanjian tersebut, maka akan lebih ringan dibandingkan pelanggaran terhadap janji Allah dan Rasul-Nya. Dan jika kamu mengepung penduduk suatu perkampungan (perbentengan), lalu memintamu untuk menurunkan kepada mereka hukum Allah, maka janganlah kamu mengabulkannya. Namun, turunkanlah kepada mereka hukummu. Karena sesungguhnya engkau tidak tahu apakah mereka mampu menerapkan hukum Allah terhadap mereka atau tidak.”(Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Kitab As Sair, Bab Ta’mirul ‘Umara ‘Alal Bu’uts, jilid IV, juz 12/3-38 (Syarh Nawawi).

Dengan demikian, barangsiapa memberikan janji kepada seseorang, atau kepada istrinya, anaknya, sahabatnya, atau kepada seseorang yang berwenang---kemudian dia mengkhianati janji tersebut tanpa ada sebab udzur syar’i—maka telah dianggap pada dirinya ada salah satu tanda kemunafikan.

Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya pada hari kiamat Allah akan meletakkan pada pengkhianat sebuah bendera. Lalu dikatakan: ‘Ingatlah, inilah pengkhianatan si fulan’. (HR. Imam Muslim)

Termasuk ke dalam pengkhianatan adalah menyia-nyiakan amanat. Sebagaimana kita ketahui, di pundak setiap muslim bertumpuk berbagai macam amanat. Mulai dari amanat Allah dan Rasul-Nya, amanat dakwah, amanat rumah tangga, amanat profesi, sampai kepada amanat dari diri sendiri. Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS. Al Anfaal : 27).

Karakter Ke-3 : Fujur dalam Pertikaian

Sabda Rasulullah SAW dalam Kitab Shahih Bukhari dan Muslim:
“Dan apabila bertengkar (bertikai), dia lacur.” (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari pada Kitab Al Iman, Bab ‘Alamah al Munafiq, juz 1/11 (Fathul Bahri), juga diriwayatkan oleh Imam Muslim pada Kitab Al Iman, Bab Bayan Khishaal Al Munafiq, juz II, Jilid I, hlm. 46 (Syarh An Nawai). Keduanya dari Abdullah bin amr bin Al ‘ash).

Para ulama berpendapat, barangsiapa bertikai dengan seorang muslim –saya sebutkan “seorang muslim”, sebab pertikaian dengan orang-orang kafir memiliki pembahasan tersendiri—kemudian dia berbuat lacur/fasik dalam pertengkarannya, maka Allah menyaksikan bahwa orang tersebut tergolong fajur (yang berbuat lacur) sekaligus munafik. 

Sementara itu, mengenai pertengkaran dengan orang kafir, dalam hal ini ada hadits Nabi SAW yang menyebutkan:“Peperangan itu tipu muslihat.” ( Diriwayatkan oleh Abu Daud pada Kitab Al Adab, Bab Al “idah, nomor 4996. Dan Imam Al Baihaqi (10/198) dari jalan Ibrahim bin Thahan dengan isnad yang sama, dalam Kitab Asy Syahadat, Bab Man Wa’ada Ghairuhu. Hadits ini dha’if karena perawi yang majhul, yaitu Abdul Karim bin Abdullah bin Syaqiq. Lihat Kitab Sunan Abu daud, hadits nomor 4996). 

Ali bin Abi Thalib sendiri dalam menghadapi musuh kafir menerapkan strategi dengan landasan hadits tersebut. Apabila orang-orang kafir telah berkhianat, lalu kita mempermainkan dan mengadakan tipu muslihat terhadap mereka, maka hal itu mempunyai landasan serta tidak termasuk khianat dan lacur. Hal ini tergolong dalam kategori strategi dan tipu muslihat terhadap musuh Islam. 

Karakter Ke-4 : Ingkar Janji

Rasulullah SAW bersabda: “Tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara dia dusta, jika berjanji dia ingkar, dan jika dipercaya (diberi amanat) dia berkhianat.” (HR. Bukhari-Muslim)

Inkgar janji adalah sifat yang dapat merusak dan memporak-porandakan seluruh rencana. Ingkar janjji juga merupakan perilaku buruk yang dapat melunturkan kepercayaan dan kesetiaan masyarakat kepada seseorang. Seperti kurang disiplin dalam menepati waktu. Bahkan, keterlambatan seakan-akan telah menjadi sesuatu yang biasa. Oleh sebab itu, barangsiapa berjanji kepadamu dengan menentukan tempat dan waktu kesepakatan, kemudian mengingkari janji tersebut tanpa ada udzur syar’i, maka di dalam jiwanya telah bercokol cabang kemunafikan. 

Seorang ulama yang shaleh, jika berjanji kepada sauadara-saudaranya sesama muslim selalu mengatakan, “Insya Allah, antara saya dan kamu tidak ada mau’id (waktu perjanjian). Jika saya dapat, saya akan datang. Namun, jika tidak dapt, berarti saya udzur.” Hal demikian dilakukannya dengan tujuan agar pada dirinya tidak tertulis salah satu dari cabang-cabang kemunafikan. 

MANUSIA SAMPAH

Suatu ketika, ada seorang manajer wanita yang tak pernah puas dengan apa pun. Mukanya selalu cemberut. Tatkala orang lain begitu senangnya, dia selalu datar-datar saja. Ketika orang lain bisa bergembira mampu mencapai prestasi yang begitu hebatnya, dia selalu mengatakan, "Ah, biasa-biasa saja, nggak hebat kok!" 
Dia pun selalu mengeluh, bahkan cenderung sinis dlm berbagai kejadian.Suatu ketika, tibalah saatnya dia akan pulang kampung. Sudah begitu lama dia idamkan. Dia pun merasa, saatnya untuk menunjukkan prestasinya kepada orangtuanya.

Singkat cerita, setelah sekian lama, dia pun bisa menjumpai orangtuanya lagi. Saat bertemu, dia pun mulai bercerita tentang kesuksesannya mendapatkan posisi manajer. Rupanya, reaksi ibunya sungguh diluar perkiraannya hanya datar-datar saja sambil berujar, "Lha, cuma jadi manager aja udah senang. Kalau kamu sudah jadi direktur baru hebat !". 

Malam itu, si manajer itu menangis sesungukan seperti masa kecilnya lagi.Nah, sekarang, kita jadi mengerti asal muasal perilaku si manajer yang negatif. Tak heran, jika saya sering berucap, "Kalau pikiran kita isinya adalah sampah. Jangan heran kalau yang keluar dari diri kita pasti juga sampah!". Itulah tipe manusia yang akan kita bicarakan pada kesempatan ini. 

Kisah manusia sampah
=============
Nah, pernahkah Anda bertemu orang yang akhirnya membuat Anda mengalami 'luka batin' karena tuntutan ataupun kritikan pedas tanpa kenal ampun yang pernah mereka berikan? Yang jelas, manusia jenis ini umumnya memang agak menjengkelkan.
Mereka jarang terpuaskan, tidak pernah menghargai bahkan tak tampak bahagia dengan apa pun yang mereka terima. Mereka pun jarang memperlihatkan apresiasi pada apa yang diperolehnya.

Umumnya, meski orang lain di sekitarnya telah berusaha melakukan yang terbaik baginya, dia hanya akan bersikap 'biasa-biasa' saja bahkan cenderung sinis. Itulah jenis manusia yang secara ekstrem, disebut dengan manusia sampah.Hati-hati! Jangan bersikap negatif dulu, dengan istilah ekstrem 'manusia sampah' yang ada di sini. Tentu saja ada alasannya.

Pertama, ada satu kiasan yang pernah dipergunakan oleh seorang penceramah rohani terkenal, ketika disebutkan, "Kalau teko isinya air, keluarnya ya air , tetapi kalau isinya sampah, maka keluarnya juga sampah".

Kedua, sama seperti kisah di atas, saya menemukan bahwa banyak orang yang sangat negatif hidupnya karena masa lalunya yang tragis, traumatis ataupun banyak berisi 'sampah-sampah' yang sebenarnya tidak dikehendakinya tetapi terus ditabung oleh orang-orang di sekitarnya.

Tak mengherankan, jika akhirnya orang semacam ini akhirnya penuh dengan tabungan sampah di pikirannya. Dari sinilah, berawalnya manusia-manusia negatif yang sering kali amat mengganggu dan bisa merampok kebahagiaan ataupun kebanggaan orang lain. 

Berempati
======
Memang tidak mudah untuk hidup bersama mereka, tetapi hal yg sulit kan bukan berarti tidak mungkin. Sebab, pada dasarnya, orang yang demikian bukannya harus dibenci, tetapi justru dikasihani. 
Kenyataannya, mereka memang betul-betul butuh untuk dikasihi.Itulah yang selama ini mereka tidak peroleh dalam hidupnya, sehingga banyak 'sampah-sampah ' yang masuk kedalam kehidupannya dan akhirnya keluar lagi dari kehidupan mereka. Perhatikan beberapa contoh nyata berikut ini.

Ada seorang yang suka mencela. Bahkan, kesannya ia suka mencari-cari kesalahan para stafnya ataupun orang-orang bawahannya di kantor. Sedikit saja tidak beres, maka ia bisa membentak-bentak dan sangat penuntut.
Orang-orang di kantor amat takut kepadanya. Namun ternyata dia adalah seorang penderita stres yang berat. Bahkan, pernah mencoba mengakhiri hidupnya beberapa kali.

Di sisi lain, ada seorang trainer yg pernah bercerita tentang seorang peserta yang 'tak pernah puas' dengan apa pun yang diterimanya. Tatkala semuanya menganggap sangat bagus, baginya adalah 'biasa-bisa saja' bahkan cenderung buruk.Ia selalu mencari titik lemah. Ketika, ditilik masa lalunya, ternyata ia adalah bagian dari orang buangan yang tidak terpakai di kantor karena sikapnya yang cenderung negatif. 

Isi facebooknya pun cenderung kalimat-kalimat yang negatif.Dari kedua kisah di atas kita bisa melihat bahwa persoalan sebenarnya terletak pada diri mereka. Sayangnya mereka sering kali tidak pernah sadar, ataupun tidak pernah mau mengakuinya. Bahkan, dalam banyak situasi, mereka mengatakan bahwa mereka hanya berusaha untuk bersikap 'kritis'.Namun, tentu saja, sikap kritis tidaklah sama dengan bersikap negatif terus-menerus. 
Kalau diperhatikan, yang kita lihat hanyalah sikap 'tak puas' terus-terusan. Komentar mereka pun, jarang sekali merupakan solusi ataupun sesuatu yang konstruktif. 

Bersikap positif
=========
Pertama, kita harus menyadari bahwa jenis manusia sampah tidak pernah valid pendapatnya, akan sangat membantu kita untuk menyikapi mereka. Baik kata-kata, ucapan maupun perilaku mereka sering kali muncul dari persoalan dan luka-luka yang mereka miliki. Jadi, sebenarnya kesalahan dan kekurangan yang ia lihat hanyalah jadi pemicu bagi sampah-sampahnya untuk 'ditumpahkan' keluar.
Tentu bukanlah sikap yang bijak tatkala kita menjadi kehilangan motivasi, frustrasi ataupun patah arang akibat kata-kata mereka. Menyadari bahwa pendapat mereka bisa sangat bias, akan banyak membantu kita untuk tetap tegar menghadapi celaannya.

Kedua, perasaan kita akan lebih lega, tatkala kita menyadari bahwa sikap mereka yang tidak pernah puas, tidak pernah menghargai, selalu akan kena batunya. Masalahnya, di mana pun mereka, mereka tidak akan pernah merasa bersyukur, puas dan bahagia, sebab mereka akan selalu menuntut di mana pun mereka berada.Kadang, tuntutan mereka bisa berhasil. Namun dunia ini bukanlah pion-pion catur yang bisa digerakkan seenaknya. Dunia punya logika sendiri yang berjalan menurut hukumnya. Akibatnya, ketika tidak mencapai dan tidak terpenuhi apa yang mereka inginkan, mereka menjadi frustrasi dan marah-marah.
Pada akhirnya, mereka pun akan mencari korban lain yang bisa dijadikan sasaran pelampiasan ketidakpuasannya. Dengan demikian, sungguh kita bisa menyadari, betapa perlu dikasihaninya orang semacam ini.Terakhir, sebenarnya sampah pun bisa menjadi pupuk, kalau diperlakukan secara benar. Begitu pula orang-orang yang masa lalunya penuh sampah ini. Sebenarnya mereka bisa menjadi sumber daya yang berharga.Meskipun, kritik-kritik mereka tidak terlalu valid untuk didengarkan, tetapi mereka tetaplah bisa menjadi orang yang selalu membangunkan kita untuk terus memberikan yang terbaik.
Di sisi lain, kita pun dapat menolong manusia sampah semacam ini sehingga bisa membingkai ulang sampah-sampah yang ada di pikirannya menjadi sumber daya yang berharga.Masalahnya, dibutuhkan orang yang mau memahami serta tulus menerima mereka. Dalam realitanya, itulah yang tersulit karena siapapun yang berusaha menolongnya pun, bisa jadi akan diserang oleh mereka! 

Note : Moral dari cerita ini adalah kita harus bisa membersihkan diri kita dari “ sampah-sampah “ agar kita tidak menjadi “ Manusia Sampah “

By : Sampah Jalanan
Danny Pandawa